//Creative Content, Strategi Menonjolkan Diri di Era Digital

Creative Content, Strategi Menonjolkan Diri di Era Digital

Dengan semakin beragamnya platform digital, beragam konten bisa kita temui hanya dengan membuka layar HP kita. Konten-konten tersebut seakan berlomba-lomba menarik perhatian orang yang melihatnya. Konten ibarat senjata untuk membidik target market Anda. Untuk terlihat menonjol, Anda harus mampu menciptakan konten yang tidak biasa, yaitu creative content. Dengan memahami step-step berikut, Anda akan lebih dimudahkan dalam membuat creative content untuk produk atau brand Anda.

1. Kenali target market

Step pertama yang harus dilakukan sebelum membuat creative content adalah mengenali siapa target market Anda yang nantinya menjadi audiens konten Anda. Semakin spesifik segmentasi target market Anda, maka akan semakin memudahkan membuat creative content. Contohnya jika Anda menjual produk skin care, siapa kira-kira yang menjadi target market Anda? Jika target market Anda adalah perempuan, buat lebih spesifik lagi data demografinya, seperti berapa usianya dan apa pekerjaannya. Anda juga perlu mencari tahu interest dan behaviour target market Anda. Dengan mengetahui data-data tersebut, Anda bisa memiliki gambaran creative content yang cocok untuk target market Anda dan bagaimana cara menyajikan konten tersebut dengan tepat.

2. Topik dan bahasa dalam konten harus relefan

Dalam membuat creative content pastikan topik yang Anda sampaikan dan juga bahasa yang Anda gunakan relefan dengan target market Anda. Konten yang terkesan bagus dan berbobot akan percuma jika tidak bisa dipahami oleh target market Anda. Coba buat konten yang down to earth. Konten yang down to earth adalah konten yang topik dan bahasanya dekat dengan keseharian. Saat kami membuat konten yang ditujukan untuk milenials, kami tidak akan menyapa dengan sebutan “Anda” yang terkesan tua dan kaku, kami akan menggunakan sebutan lain yang menimbulkan kesan “asyik” di mata mereka. Kami juga memahami milenials akan lebih suka disajikan konten dengan topik-topik yang sedang viral yang kemungkinan menjadi bahasan mereka sehari-hari di tongkrongan atau lingkungan sosialnya.

3. Buat konten yang dibutuhkan target market

Kalau kita tidak paham dengan sesuatu, butuh referensi, butuh tips untuk mengatasi suatu masalah, apa yang kita lakukan? Pastinya mencari tahu atau browsing. Supaya konten Anda dicari oleh target market Anda, salah satu caranya adalah dengan membuat konten yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh mereka. Kami juga selalu berusaha menerapkan ini saat membuat creative content untuk client kami. Seperti saat kami membuat konten social media untuk Edmee Skincare, kami berusaha menyajikan konten yang tidak terkesan hard selling. Kami membuat konten di feed Instagram Edmee Skincare yang memberikan informasi tentang manfaat SPF pada day cream untuk merawat kulit, lalu mengkorelasikannya dengan SPF yang terkandung dalam produk Edmee, setelah itu baru mengarahkannya ke website Edmee Skincare.

4. Timbulkan motivasi

Setiap konten tentu memiliki goals tertentu. Untuk mencapai goals tersebut, butuh diciptakan suatu motivasi di benak audiens konten Anda. Manusia memiliki 3 jenis motivasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat konten. 3 motivasi tersebut adalah logic (disajikan data-data yang logis), gain (dijanjikan keuntungan atau manfaat), fear (dipaparkan resiko). Contohnya pada campaign yang pernah kami lakukan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Kami membuat konten di Instagram dengan menyajikan data-data tentang kerusakan lingkungan akibat penggunaan plastik (motivasi logic), campaign untuk menggunakan tumbler yang lebih ramah lingkungan daripada botol plastik (motivasi gain), juga memaparkan bahaya penggunaan plastik (motivasi fear).

5. Buat atraktif dan interaktif

Dalam menciptakan creative content, tidak cukup hanya dengan menyajikan informasi, Anda perlu membuatnya lebih atraktif dengan visual atau audio visual yang menarik. Yang juga perlu diperhatikan dalam menciptakan creative content adalah membuatnya interaktif. Anda harus terlihat seperti “manusia” dan “memanusiakan” audiens Anda dengan membangun interaksi. Creative content yang interaktif bisa berupa Q&A, quiz, games, dan konten lainnya yang memungkinkan adanya feedback dari audiens Anda. Contohnya seperti apa yang kami buat untuk konten Instagram stories Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, kami mengkreasikan konten tentang lingkungan dengan games yang membuat audiens tertarik untuk terlibat. (AE/MW)

By |2020-11-21T14:23:10+00:00March 14th, 2019|Strategy|0 Comments

About the Author:

admin

Leave A Comment