//Tim Digital Marketing Dipisahkan dengan Tim Lain, Apakah Perlu?

Tim Digital Marketing Dipisahkan dengan Tim Lain, Apakah Perlu?

Tim Digital Marketing Dipisahkan dengan Tim Lain, Apakah Perlu?

Pada bulan ini, tim dari Dako Brand and Communication melakukan merger dengan tim marketing communication klien dan membentuk sebuah tim digital marketing. Apa yang dari klien belum bisa support, kami melengkapinya agar kebutuhan digital marketing terpenuhi.

Memangnya tim digital marketing perlu dibedakan dengan tim lain ya? Misalnya dengan tim sales atau tim marketing itu sendiri.

Pastinya perlu, agar apa yang dikerjakan dapat fokus.

Mari kita amati. Dari sisi apa yang dikerjakan saja sudah muncul perbedaan. Tim marketing memiliki tugas untuk menarik perhatian calon customer dan membuat mereka menjadi “butuh” dari solusi yang kita tawarkan. Sedangkan tim selling memiliki tugas utama untuk melakukan follow up, penawaran hingga membuat mereka melakukan transaksi atau pembelian.

Begitu juga dengan tim digital marketing yang memiliki tugas lebih spesifik dan berhubungan dengan pemanfaatan teknologi dan digital / dunia maya yang bersifat lebih massive.

Untuk itulah perlu dibedakan antara tim marketing, selling dan digital marketing yang membutuhkan orang dengan kualifikasi di beberapa bidang, antara lain:

  • 1. Teknologi Informasi

    Biasanya berhubungan dengan interface, software, website hingga pengaturan SEO (Search Engine Optimization)

  • 2. Konten

    Pembuatan konten tidak hanya sekedar membuat tulisan saja, tetapi bagaimana harus bisa menarik dan relevan dengan situasi market.

    Konten yang dimaksud dapat berupa visual, infografis, hingga video. Semua perlu didukung dengan copywriting yang tepat.

  • 3. Desain

    Bukan hanya sekedar bagus saja, tapi bagaimana bisa memvisualkan pesan yang mau disampaikan. Perlu diingat, bahwa visual merepresentasikan makna didalamnya.

    Tim desain juga harus memiliki kemampuan untuk membuat mengemas produk / jasa menjadi menarik. Itu merupakan teknik packaging.

  • 4. Video

    Video yang dibuat tidak hanya video real, animasi atau jenis-jenis video yang ada saja, tapi bagaimana tim ini bisa menyampaikan pesan dengan mudah lewat sebuah video dan dipahami dengan sangat baik oleh market.

  • 5. Digital Strategist

    Bertugas membuat funnel dan strategi marketing dalam digital secara umum. Mereka harus memiliki visi dan hasil jadi yang ingin dicapai. Cara kerjanya dimulai berpikir dari customer (market).

    Misalnya, kira-kira waktu beriklan, apa yang akan diiklankan mulai dari konten, pesan yang disampaikan, juga persepsi yang dimunculkan. Saat target market melihat iklan dan masuk ke situs, proses tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Akan tetapi bagaimana dapat merekam hingga melakukan retargeting.

  • 6. Ads

    Konten yang sesuai dengan kebutuhan akan hanya disukai oleh pengikut organik saja jika tidak di-boom-kan dengan cara cepat melalui iklan berbayar. Baik iklan di facebook, instagram, hingga SEM (Seach Engine Marketing).

    Perlu orang yang memahami dan suka dengan iklan. Mulai dari setting target, mengatur pembayaran hingga memantau hasil iklan.

  • 7. Riset dan Pengembangan

    Berkolaborasi dengan data-data yang masuk untuk bisa diolah kembali menjadi formula yang bagus untuk melakukan marketing secara digital.

    Serta kemudian berkomunikasi dengan digital strategist untuk mencari tahu apa yang menjadi kebiasaan market, tren terbaru, viral, hingga membahas apa yang diperlukan.

  • 8. Admin

    Bertugas untuk mempublish konten yang telah disiapkan. Tidak hanya di media sosial saja, tetapi juga bisa di Google Bisnisku, hingga email marketing.

    Dapat berkolaborasi dengan Customer Service saat muncul respon dari market. Atau memunculkan respon itu sendiri.

Itulah alasan mengapa tim digital marketing perlu dibentuk menjadi tim sendiri. Tugas dan fungsinya juga berbeda serta cukup kompleks.

Masih ada perusahaan /instansi yang belum terbuka untuk itu dikarena kekurangan SDM.

Tantangan dari dunia digital memang tidak bisa diabaikan. Karena memang butuh perlakuan khusus agar maksimal.

Solusinya adalah dengan merger dengan pihak ketiga yang telah memiliki bahkan menyiapkan tim khusus untuk mendukung.

(mw/dk)

2020-11-21T14:20:49+00:00

Leave A Comment