Bagaimana Cara Dako Melakukan Strategi Pemasaran? – Part 1

Dalam bisnis, siapa sih yang tidak ingin produknya terjual lebih banyak?

Karena seperti kata Mark Cuban “sales cures all”,

…bisnis itu ya hidupnya dari penjualan.

Tapi…

Masalahnya itu bagaimana cara untuk mewujudkannya?

Sebenarnya zaman sekarang semuanya serba dipermudah. 

Anda gak perlu lagi…

…masang baliho mahal-mahal buat promosi, tapi gak tahu berapa yang lihat, berapa yang tertarik, dan berapa yang beli gara-gara lihat baliho itu.

Coba sekarang bandingkan sama digital,

memasang iklan di Facebook misalnya, Anda bisa tahu tuh, berapa yang lihat, berapa yang tertarik, berapa yang klik dan akhirnya beli. 

Jauh lebih efektif yang digital, kan?

Nah, di sini Dako paham kalau gak semua orang mau ribet dan punya waktu untuk ngurusin strategi pemasaran digital yang efektif itu gimana.

Orang-orang inilah yang biasanya Dako Brand and Communication bakalan bantu.

Terus apa saja langkah yang dilakukan biasanya Dako lakukan saat buat strategi pemasaran digital?

Kalau Dako…

Pertama, kita akan melakukan riset market.

Nah di sini kita perlu cari tahu tentang kebiasaan market,

Dengan menjawab 3 pertanyaan ini:

Kalau sudah tahu kebiasaan mereka, pastinya akan memudahkan untuk langkah-langkah selanjutnya, dan campaign yang dijalankan jadi lebih efektif lagi.

Selain itu….

Kita jadi bisa tahu nih, konsumen seperti apa yang tertarik buat beli produk kita.

Baru setelah itu, kita bakal menganalisa kompetitor.

Di langkah ini…

Kita bakal cari tahu siapa kompetitor yang menjual produk yang sejenis sama produk Anda.

Terus kita juga ngelakuin analisa yang lebih mendalam.

Apa saja yang dianalisa?

1. Produk yang kompetitor jual

2. Varian produk yang mereka punya

3. Cara mereka menjual produk-produknya. 

Apa sih manfaatnya?

Dengan ngelakuin ini, kita bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan kompetitor Anda. 

Selain itu, kita bisa menentukan Unique Selling Point (USP) atau nilai keunikan produk Anda…

…yang nggak dimiliki oleh kompetitor. 

USP inilah yang kita jadikan senjata dalam campaign kita.

Kalau Sudah Menemukan Market yang Tepat dan Analisa Kompetitor, Terus Gimana Menerapkannya ke Bisnis Sendiri?

Next, kita bakal melakukan branding strategy

Di sini ada 3 hal utama yang bakal ditentuin.

Pertama, brand positioning-nya dulu.

Kita bakal tentuin, brand Anda ingin terlihat seperti apa di mata pelanggan.

Singkatnya, kita bakal membentuk persepsi pelanggan mengenai brand kita.

Apa tujuannya?

Untuk membedakan brand kita dari kompetitor, menarik target audiens, terus…

Caranya itu bisa dengan jawab pertanyaan ini…

Brand positioning ini juga membantu untuk mengetahui brand personality perusahaan Anda.

Ibarat manusia, brand juga perlu memiliki kepribadian.

Hal inilah yang bisa membantu kita untuk membuat brand identity.

Brand positioning udah, kita lanjut ke brand identity-nya, 

Di step ini, kita bakal atur identitas brand Anda.

Brand identity membantu untuk membedakan bisnis Anda dengan kompetitor.

Identitas seperti apa yang dimaksud?

Bagaimana cara kita menggunakan panca indra, seperti penglihatan, penciuman, atau pendengaran untuk menciptakan persepsi konsumen terhadap brand kita. 

Contoh, saat ke stasiun, Anda mencium aroma roti dan langsung kenal kalau itu aroma Rotiboy.

Terus, kalau di jalan nemu huruf “M” warna kuning di stand board, berarti sedang melewati restoran cepat saji McDonald’s.

Setelah 2 langkah tadi, kita lanjut ke brand activation

Disini, kita bakal menentukan bagaimana agar brand Anda dikenal pelanggan secara luas melalui kegiatan-kegiatan yang engaging dan menarik. 

Strategi ini dilakukan untuk merencanakan bagaimana brand Anda akan dikenal oleh pelanggan.

Contoh, fitur atau keunggulan apa yang membuat brand Anda dikenali oleh pelanggan secara luas. 

Kalau Branding Strategy Sudah, Terus Melakukan Apa Lagi?

Selanjutnya kita akan mengeksekusi campaign strategy yang sudah dirancang. 

Pertama-tama, kita akan melakukan uji coba campaign ke target market yang menurut kita tepat atau kepada mereka yang pasti akan beli produk Anda. 

Apa tujuannya? 

Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui klasifikasi sesuai niche market yang dituju. 

Wait, apa lagi itu niche market?

Niche market itu dibagi jadi 3:

1. Cold Market, isinya orang-orang yang belum mengenal brand Anda, atau biasanya cuma tahu satu atau dua produk aja.

2. Warm Market, isinya orang-orang yang sudah tahu brand Anda dan pernah tanya-tanya di media sosial, email atau chat, tapi ragu untuk beli.

Gimana caranya supaya mereka beli?

Kita perlu strategi retargeting dulu, nanti Dako jelasin detailnya.

Kita lanjut ke jenis market yang ketiga,

3. Hot Market: isinya orang-orang yang sudah pernah beli produk Anda dan pastinya kenal sama brand Anda.

Dari hot market ini, kita bisa tahu, produk mana yang laris di pasaran.

Setelah punya data-data ini, terus diapain?

Kita bisa ngelakuin yang namanya strategi retargeting.

Apa tujuan melakukan strategi retargeting?

Simpelnya, retargeting itu dilakukan untuk mengubah orang yang di cold market jadi ke warm, terus orang yang di warm market, jadi ke hot.

Paham kan? Salah satu contoh konsep retargeting itu kayak gini…

Kita kan udah tahu data market pelanggan Anda.

Dari situ, kita bisa ngiklan kepada pelanggan-pelanggan yang sesuai sama jenis data market mereka.

Misal, untuk hot market dulu nih,

Kita bisa nawarin produk-produk baru ke pelanggan, atau nawarin buat upgrade produk yang sudah mereka beli.

Terus kalau buat yang cold atau warm?

Kita bisa buat iklan yang persuasif buat ngeyakinin orang-orang agar mau lihat-lihat produk Anda.

Kalau mereka tertarik, besar kemungkinan mereka untuk beli produk Anda.

Terus, kenapa sih retargeting itu penting?

Karena ibarat hubungan, kalau kita udah kenal banget sama pasangan, kita pasti tahu dong apa yang mereka sukai. 

Sama dengan jualan…

Kalau kita udah kenal apa yang disukai pelanggan, kita bisa nawarin produk yang sesuai sama selera mereka.

Nah, itulah tujuan retargeting ini dibuat, 

Supaya pelanggan yang ga kenal sama Anda, jadi bisa kenal lebih dalam lagi. 

Dan setelah kenal, mereka akan beli produk Anda. Lalu, mereka bakal makin cinta sama brand Anda.

Nah lanjut…

…ke langkah terakhir yaitu melakukan scale up

Apa tujuan scale up ini?

Tujuannya untuk memperbesar jangkauan pasar Anda.

Misal, dengan melakukan lookalike audience.

Lookalike audience itu suatu fitur saat beriklan yang digunakan untuk menggaet pelanggan baru yang ciri-cirinya mirip sama pelanggan Anda saat ini.

Beda dengan cold call yang pelanggannya ga tertarik sama Anda,

target pelanggan di lookalike audience ini tertarik sama jenis produk yang Anda punya.

Jadi kita bisa langsung ngiklanin produk-produk Anda ke mereka.

Scale up ini kemudian diperkuat dengan brand community

Brand community itu isinya pelanggan yang istilahnya udah jadi die-hard fans atau pelanggan setia dari brand Anda.

Gimana cara memperkuat brand community?

Dengan ngadain acara-acara yang engaging, seperti webinar, giveaway, QnA story, dan lain-lain.

Pastinya, tahapan-tahapan ini dilakukan kalau bisnis Anda sudah memiliki pembeli yang loyal.

Jadi itu tiga langkah yang biasanya Dako lakukan dalam strategi pemasaran,

Ke depannya Dako jelaskan juga apa aja yang perlu disiapkan biar strategi pemasaran ini makin efektif lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *